Sabtu, 21 November 2009

Keanekaragaman Suku Bangsa

Masyarakat Indonesia yang majemuk terdiri atas beberapa
suku bangsa (etnis) yang masing-masing memiliki bahasa dan adat
istiadat serta budaya yang berbeda. Menurut hasil penelitian Hilderd
Geertz, Indonesia terdiri dari 300 etnis yang berbeda-beda. Adapun
menurut penelitian MA Jaspan, masyarakat Indonesia terdiri atas
366 etnis dengan kriteria pada bahasa daerah, kebudayaan serta
susunan masyarakatnya. Lain lagi menurut penelitian Van
Vollenhoven yang menyatakan bahwa masyarakat Indonesia
terbagi menjadi 19 lingkaran hukum adat dengan berbagai suku
bangsa (etnis) yang ada di dalamnya.
Lalu apakah yang dimaksud etnik itu? Apa pula bedanya
dengan ras?
Robertson pada tahun 1977 mengemukakan pendapatnya
bahwa kelompok etnik adalah sejumlah besar orang yang memandang
diri dan dipandang oleh kelompok lain memiliki kesatuan
budaya yang berbeda. Hal ini terjadi sebagai akibat dari sifat-sifat
budaya bersama dan interaksi timbal balik yang terus menerus.
Jika istilah ras berkaitan dengan ciri-ciri fisik tubuh, etnisitas
lebih berkaitan dengan karakteristik budaya suatu kelompok tertentu.
Karakterisrik budaya ini dibentuk dan dihasilkan oleh perbedaan
bahasa, agama, suku bangsa, kedaerahan, dan tempat lahir.
Hal yang membedakan antara etnis yang satu dengan yang
lainnya adalah perbedaan bahasa (bahasa daerah) dan adat istiadat.
Perbedaan adat istiadat menunjukkan perbedaan kebudayaan yang
nampak dari pola perilaku atau gaya hidup. Pola perilaku orang
Batak yang suka bicara terus terang, sehingga terkesan tegas dan
keras sangat berbeda dengan pola perilaku orang Jawa Tengah
(khususnya Solo dan Jogja) yang suka berbicara hati-hati penuh
dengan sindiran secara halus sehingga berkesan kurang tegas.
Secara rinci dapat kita uraikan tentang perbedaan antara etnis
yang satu dan lainya, dalam hal:
a. Perbedaan bahasa daerah.
b. Perbedaan tata susunan kekerabatan, misalnya ada yang
menganut patrilineal, matriliniel, dan parental.
c. Perbedaan adat istiadat, misalnya dalam upacara perkawinan,
upacara adat, hukum adat, dan lain-lain.
d. Perbedaan sistem mata pencaharian.
e. Perbedaan teknologi, misalnya bentuk arsitektur rumah/
bangunan adat, peralatan kerja tradisional.
f. Perbedaan kesenian daerah.
Adapun beberapa faktor yang menyebabkan perbedaan
bahasa dan adat istiadat adalah:
a. Keadaan dan letak geografis yang berbeda.
b. Pemukiman penduduk yang terpisah-pisah di pulau-pulau
terpencil yang menghambat kontak dengan daerah lain.
c. Latar belakang sejarah yang berbeda.
d. Lingkaran hukum adat dan kemasyarakatan yang berlainan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar