Sabtu, 21 November 2009

PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA

Curah hujan yang cukup tinggi di daerah tropis mengakibatkan
suburnya berbagai jenis tanaman. Oleh karena itu, daerah tropis
dikenal sebagai kawasan hutan belukar yang bukan saja menyimpan
berbagai potensi kekayaan alam, melainkan juga berperan sebagai
paru-paru dunia.
Keberadaan hutan tropis yang subur merupakan surga bagi
aneka satwa, mulai dari berbagai jenis hewan melata, mamalia,
aneka ragam serangga sampai pada jenis burung.
Faktor yang memengaruhi persebaran flora dan fauna:
1. faktor bentang alam atau relief tanah,
2. faktor manusia,
3. faktor iklim, mencakup curah hujan, temperatur udara, angin,
dan kelembapan udara,
4. faktor tanah.
1. Persebaran Flora di Indonesia
Beberapa jenis tumbuhan ada yang bersifat endemik, yaitu
jenis tumbuhan yang hanya terdapat di Indonesia. Tumbuhan di
Indonesia juga menunjukkan gejala cauliflora, yaitu adanya bunga
dan buah pada batang dan dahan, serta tidak pada pucuknya.
Misalnya belimbing, durian, nangka, duku.
Aneka ragam jenis flora (dunia tumbuhan) bisa dijumpai di
dalam hutan. Lalu apakah yang dimaksud dengan hutan itu?
Menurut UU Pokok Kehutanan No. 5 Tahun 1967, hutan
adalah suatu lapangan pertumbuhan pepohonan yang secara
keseluruhan merupakan persekutuan hidup alam hayati, alam
lingkungannya, dan yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai hutan.
a. Jenis hutan berdasarkan iklim digolongkan sebagai berikut.
1) Hutan hujan tropis, dengan ciri-ciri:
a) pohonnya berdaun lebar,
b) daunnya menghijau sepanjang tahun,
c) terdapat tumbuhan epifit, lumut, palem, dan pohon
panjat sejenis rotan.

2) Hutan musim, terdapat di daerah tropis yang memiliki
musim hujan dan kemarau. Ciri-ciri hutan musim adalah:
a) pohonya jarang,
b) ketinggian pohon antara 12 - 35 meter,
c) pada musim kemarau daunnya meranggas dan musim
penghujan bersemi.
3) Hutan sabana atau savana, yaitu padang rumput yang
diselingi pepohonan perdu. Hutan savana atau sabana
banyak terdapat di daerah tropis yang curah hujannya relatif
kurang. Di wilayah Indonesia, padang sabana banyak
dijumpai di daerah Nusa Tenggara.
4) Hutan bakau atau mangrove, merupakan hutan khas di
daerah pantai tropik. Keberadaan hutan bakau sangat
membantu mengamankan pantai dari bahaya abrasi, yakni
pengikisan lapisan tanah oleh gelombang laut. Kerusakan
pantai disebabkan karena menipisnya hutan bakau yang
banyak ditebang manusia.
b. Berdasarkan jenis pohon, hutan diklasifikasikan:
1) Hutan homogen, yakni hutan yang ditumbuhi hanya satu
jenis tumbuhan saja. Misalnya hutan pinus, hutan jati.Hutan
ini dibuat dengan tujuan tertentu, misal untuk penghijauan
atau untuk industri. Hutan hasil reboisasi pada umumnya
termasuk hutan homogen.
2) Hutan heterogen, hutan yang ditumbuhi beranekaragam
jenis tumbuhan. Hutan heterogen disebut juga sebagai hutan
belukar atau hutan perawan. Misalnya hutan tropis.
c. Berdasarkan fungsinya, hutan diklasifikasikan:
1) Hutan lindung, hutan yang berfungsi
a) Sebagai penyaring air ke dalam tanah untuk cadangan
air tanah dan menghambat laju perjalanan air di dalam
tanah. Hal ini disebut fungsi hidrologis.
b) Mencegah banjir.
c) Melindungi tanah dari erosi.
2) Hutan suaka alam, yaitu hutan yang berfungi sebagai
pelindung jenis flora dan fauna tertentu. Hutan ini terdiri
dari suaka margasatwa dan cagar alam. Misalnya cagar
alam Rafflesia Bengkulu untuk melindungi dan menjaga
kelestarian Bunga Rafflesia Arnoldi.
3) Hutan produksi, hutan yang berfungsi untuk diambil
hasilnya sebagai bahan industri. Misalnya hutan jati, hutan
karet, dan lain-lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar